Masa New Normal, Guru Bangsa Institute Gelar Webinar Nasional, ‘Menuju Dosen Hebat dan Bereputasi’

Masa pandemi kini beralih dengan kebiasaan baru yang penuh aturan ketat akan protokol kesehatan yakni masa New Normal. Proses pembelajaran mestilah tetap berjalan, walaupun dengan metode yang berbeda.

Webinar kini jadi andalan para pengajar di seluruh jagat raya. Semua harus memacu diri untuk menggunakan teknologi demi berjalannya roda pengetahuan.

Guru Bangsa Institute adakan Webinar Nasional Menuju Dosen Hebat dan Bereputasi pada 17 Juli 2020.

Pemateri yakni Dr. Besar, SH.,MH dalam acara Webinar Nasional menyampaikan bahwa di masa pandemi ini dosen harus mengembangkan pembelajaran yang efektif.

“Dimasa Covid-19 ini Dosen harus tetap kreatif dan inovatif dalam mengembangkan sebuah proses pembelajaran yang Efektif, sehingga mampu menghasilkan output mahasiswa yang hebat. Kehebatan seorang Dosen itu manakala ia mampu menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang hebat melebihi kehebatan dosennya.” katanya

Webinar Nasional Guru Bangsa Institute (GBI) ini menghadirkan pembicara Dr. Besar, SH.MH (Dosen Fakultas Hukum Universitas Binus Jakarta); Dr. Indra Budaya, MM. (Dosen STIE Sakti Alam Kerinci – Jambi) dan Sari Lailatul Qadriyah, SE, M.Si. (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Cirebon).

Webinar ini berlangsung pada pukul 14.00 sampai 16.00 WIB dengan jumlah 200 peserta.

Dalam sambutan awal Webinar, Achmad Rozi El Eroy, Direktur Eksekutif GBI menyampaikan bahwa Guru Bangsa Institute adalah Komunitas akademis lintas Perguruan Tinggi dan Provinsi yang memiliki concern dalam bidang Pengembangan SDM, Ekonomi dan Kewirausahaan, Pemberdayaan Masyarakat, Hukum, Pendidikan dan Kemanusiaan.

“GBI berusaha akan menjadi mitra strategis bagi semua kalangan yang membutuhkan kerjasama dalam bidang-bidang yang menjadi concern GBI,” lanjutnya

Pemateri lainnya Dr.Indra Budaya mengatakan di era Covid-19 ini, setiap Dosen harus mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk dijadikan sebagai bahan riset yang berkualitas. Ancaman harus dijadikan sebagai peluang bersama, agar kita dapat tetap Survive.

Sementara Sari Lailatul Qadriyah, Dosen Universitas Muhammadiyah Cirebon menyampaikan Pengabdian Masyarakat sebagai bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi tetap harus dilaksanakan, walaupun dari sisi poin kumulatifnya relatif kecil dibandingkan dengan dua darma yang lain.

Cara menjadi hebat dalam bidang pengabdian Masyarakat menurut Sari adalah dengan memulai sebuah program yang sederhana tetapi bernilai manfaat bagi Masyarakat. Berkolaborasi bersama mahasiswa secara terbuka serta bersinergi agar Mahasiswa ikut merasakan nilai dari Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan. (aer)

Please follow and like us:

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *